Rabu, 06 Januari 2010

sedikit tentang sejarah listrik

Fenomena listrik statis telah dipertimbangkan sejak jaman kuno. Orang Yunani menyebut bahan resin fosil sering digunakan untuk menunjukkan pengaruh listrik stati yang disebut elektron, akan tetapi tidak ada studi yang luas dalam bidang tersebut hingga William Gilbert menyelidiki kejadian tersebut pada tahun 1600. Dalam beberapa tahun berikutnya, ada sebuah penyelidikan lanjutan mengenai muatan listrik statis oleh sejumlah peneliti seperti Otto von Guericke, yang mengembangkan mesin yang pertama untuk membangkitkan muatan dalam jumlah besar, dan Stephen Gray dapat menstransmisikan muatan dengan jarak yang jauh lewat benang sutra. Charles Dufay menunjukkan bahwa muatan saling menarik atau menolak terhadap yang lain, yang membuatnya percaya bahwa ada dua jenis muatan -- sebuah teori yang kita gunakan hingga saat ini dengan definisi sebagai muatan positif dan negatif. Banyak orang percaya bahwa awal yang sebenarnya dari era listrik terletak pada usaha Pieter van Musschenbroek dan Benyamin Franklin. Pada tahun 1745,van Musschenbroe memperkenalkan guci leyden untuk menyimpan muatan listrik (kapasitor yang pertama) dan menunjukkan kejutan listrik (karena daya dari bentuk baru energi ini). Franklin menggunakan guci "Leyden" selama tujuh tahun berikutnya untuk menetapkan bahwa kilat adalah sebuah pengosongan muatan listrik, dan dikembangkan pada sejumlah teori penting yang lain termasuk definisi menegnai dua jenis muatan yaitu positif dan negatif. Dari sinilah penemuan dan teori baru tampak terjadi semakin pesat begitu sejumlah orang melakukan penelitian dalam bidang yang semakin tumbuh tersebut.


Sumber :
Teknik Rangkaian Listrik, penerbit Gunadarma

Selasa, 05 Januari 2010

COCOMO

COnstructive COst MOdel

Pada tahun 1981, Barry Boehm mendesain COCOMO untuk memberikan estimasi / perkiraan jumlah Person-Months untuk mengembangkan suatu produk software. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81.

Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, setelah itu merujuk pada COCOMO II.

Model estimasi COCOMO telah digunakan oleh ribuan project manager suatu proyek perangkat lunak, dan berdasar pada pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya. Tidak seperti model estimasi biaya yang lain, COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk :

  • Dasar persamaan perkiraan biaya

  • Setiap asumsi yang dibuat dalam model

  • Setiap definisi

  • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

Perhitungan paling fundamental dalam COCOMO model adalah penggunaan Effort Equation (Persamaan Usaha) untuk mengestimasi jumlah dari Person-Months yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek. Sebagian besar dari hasil-hasil lain COCOMO, termasuk estimasi untuk Requirement dan Maintenance berasal dari persamaan tersebut.

Ada 3 tipe penginputan dengan COCOMO : pertama, pemasukan biaya bulanan dari staf. Baik staf yang berkedudukan sebagai programer, analis, designer, test staff, administrasi dan technical writer. Gambar 13.1 menunjukkan sebuah layar penginputan yang digunakan untuk tipe ke dua dari penginputan. Faktor-faktor ini mencirikan level keseluruhan dari kelengkapan software yang ada, ukuran dan kemampuan dari komputer yang digunakan untuk pengembangan, kemampuan menampung dan pengalaman staf, dan juga pemrograman praktis serta alat-alat yang digunakan.


The factors are :
1 - Very Low 2 - Low 3 - Nominal 4 - High 5 - Very High
Gambar 13.1 Tampilan dengan menggunakan software COCOMO

Pada hal ini, Anda mungkin akan merasa bahwa COCOMO akan melakukan pendugaan yang baik, sejak software iniselalu tepat menentukan proyek yang lama. Tetapi, kesulitannya yaitu setiap akhir dari penggunaan software ini COCOMO selalu menanyakan nomor garis yang terdapat pada kode sumber (LOSC). Pada saat itu, Anda telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem untuk memperkirakan LOSC dengan teliti, Anda tidak memerlukan beberapa rumus. Namun, Anda hanya memperkirakan keseluruhan proyek dengan teliti. Titik fungsi rumus-rumus. Pendekatan COCOMO dapat diperbaiki oleh produk-produk yang menghitung LOSC, yang diberikan fungsi-fungsi dari sebuah produk tersebut dan hasilnya dimasukkan ke dalam rumus-rumus COCOMO. Salah satu produknya adalah Before You Leap (BYL) oleh Gordon Group. Gambar 13.2 adalah tampilan dari BYL yang digunakan cepat untuk titik fungsi seperti bahasa yang digunakan. Hasil-hasil yang diberikan oleh BYL seperti keseluruhan dari COCOMO, kecuali hasil akhirnya akan ditampilkan dalam grafik-grafik, seperti pie chart atau diagram batang.


Gambar 13.2 BYL Function Point Analysis Screen

Harga produk yang lain tergantung pada perkiraan-perkiraan dari asosiasi komputer. CA – Estimasi memperbolehkan Anda untuk memberikan biaya, upaya, jadwal dan susunan staf di dalam COCOMO, tetapi beberapa penambahan disarankan atas permintaan hardware-nya (oriented IBM), rata-rata analisa keuangan, analisa resiko dan biaya pemeliharaan untuk single maupun keseluruhan proyek lingkungannya. CA- Estimasi dapat dimasukkan ke sistem pengembangan peralatan dan bentuk aslinya. Itu dapat diperkirakan untuk menarik pembelian dalam bentuk eceran atau bungkusan. Bentuk-bentuk dari faktor pemasukan ke dalam CA –
Estimasi adalah terdaftar dalam gambar 13.3. Catatan dari ini lebih lengkap dan lebih berpengalaman dari pada COCOMO.


Gambar 13.3 Tabel dari input/output CA-Estimasi
Program Estimasi
Pendekatan satu rumus yang telah berhasil untuk fase estimasi perhitungan program adalah kemiripan sebuah pendekatan fungsi point. Dalam hal ini akan dijelaskan mengenai pemahaman bagaimana semua rumus itu bekerja. Jika Anda melakukan latihan untuk tingkat pemrograman, Anda akan lebih mengerti dari tingkat-tingkat yang lain. Pada dasarnya ada 2 faktor yang mempengaruhi lamanya waktu dari sebuah tugas , kerumitan dari tugas (C) dan produktivitas dari seseorang yang memperagakannya. Produktivitas dari seorang tergantung pada lamanya pengalaman seseorang (G) dalam bidang tersebut dan pengetahuan dari pekerjaan yang khusus(J). Rumus ini dapat digambarkan sebagai berikut :
D = C x ( G x J ) (Rumus 1)
Dimana :
D adalah lamanya waktu
C adalah faktor kompleksitas kesulitan)
G adalah faktor pengalaman
J adalah faktor pengetahuan pekerjaan



Sumber :
iwayan.info/Lecture/PengelProySI_S1/BukuAjar/PPSI_BAB13.pdf
www.matabumi.com/cerita/cocomo

 

blogger templates | Make Money Online